Gunung Ungaran

Standar

Foto di puncak Gn. Ungaran

Gunung Ungaran terletak sekitar setengah jam perjalanan motor dari Kota Semarang. Lokasinya berada di Kabupaten Semarang (Selatan Semarang, Utara Salatiga) dan dekat dengan lokasi wisata Bandungan dan Candi Gedong Songo. Gunung Ungaran terdiri dari 3 buah gunung yaitu Gn. Botak, Gn. Gendol dan Gn. Ungaran. Puncak tertingginya adalah Gn. Ungaran (sekitar 2000 dpl) dan kebetulan ketika kami Pendas HMPA Epsilon di Gunung Ungaran, puncak Ungaran tertinggi itulah yang kami capai.

Untuk rute bisa memilih yaitu antara rute Jimbaran (di Ungaran belok) atau rute Gedong Songo (arah Bandungan belok).  Untuk menuju puncak, rute Jimbaran sedikit lebih jauh ketimbang rute Gedong Songo. Sekitar 8 jam kalau dari Jimbaran, dan 5 jam dari Gedong Songo. Gunung Ungaran sendiri merupakan gunung berapi, yang sepertinya sudah tidak aktif deh. Di bagian selatan Gunung Ungaran terdapat sumber panas bumi, terutama di Gedong Songo.

Rombongan menuju puncak Ungaran

Saat itu, kami turun dari truk yang mengangkut kami di daerah Bandungan, tepat di pertigaan yang jika belok kanan menuju objek wisata Umbul Sidomukti. Sekitar 3-4 jam waktu yang kami tempuh untuk mencapai basecamp Prumasan. Di sini terdapat hamparan kebun teh yang sangat luas. Sepanjang mata memandang hanya ada kebun teh dan dengan udaranya yang sangat dingin, segelas teh panas dan nasi gori kemebul yang disediakan di rumah yang kami jadikan camp, menemani malam kami.

Suasana di Base Camp Prumasan

Setelah beristirahat dan tidur sejenak. pada pukul 2 pagi, kami bersiap menuju puncak dan mengejar sunrise di Gn. Ungaran. Rutenya cukup licin dan sangat terjal. Batu-batu goyang ada di mana-mana dan menuntut kewaspadaan lebih. Kalau boleh dibilang, Gunung Ungaran itu kecil, tapi rawit. Cabe rawit. Kecil-kecil menggigit.

Semakin ke atas, rute semakin mendatar dan kita akan menemui hamparan alang-alang dan tanah yang sedikit berpasir. Namun semakin ke puncak lagi, rute kembali terjal. Dan pukul enam pagi, sampailah kami di puncak Gn. Ungaran. Memang telat untuk mendapatkan sunrise, karena matahari sudah bersinar cukup terang. Setelah shalat Subuh berjamaah di puncak yang memiliki lahan terbuka tetapi memang tidak terlalu luas, tetapi masih bisa untuk mendirikan tenda, kami ambil nesting, kompor gas dan setumpuk Indomie. Sadaaappp….

Di puncak Ungaran terdapat sebuah tugu peringatan dan kita juga bisa melihat gunung Sumbing dan gunung Sindoro di kejauhan. Ketika meoleh ke arah tenggara, kita juga bisa melihat Gn. Telomoyo, Gn. Merbabu dan Gn. Merapi yang sejajar lurus dengan Gn. Ungaran.

Siangnya kami sudah kembali di Prumasan dan sorenya kami sudah bersiap untuk turun. Ketika turun, bisa lewat rute Curuk Lawe. Di sini kita akan menemui air terjun yang aman bagi kita untuk mandi di bawah guyuran airnya bak pertapa di komik Jepang. :-D (Hanya hati-hati saja karena terkadang ada balok kayu yang ikut jatuh terbawa air terjun).

Epsilon Undip

Kebun Teh di Prumasan

Air Terjun Curuk Lawe

About these ads

4 thoughts on “Gunung Ungaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s